






![]() | Today | 434 |
![]() | Yesterday | 572 |
![]() | This week | 1995 |
![]() | Last week | 4240 |
![]() | This month | 11194 |
![]() | Last month | 11683 |
![]() | All days | 57501 |
| Dialog Bersama Prof.Anis Baswedan, Merobah Paradigma Potensi |
| Written by Administrator | |||
|
Setelah beberapa tokoh Sumatera Barat seperti Irwan Prayitno dan Dirut Bank Nagari merelakan waktunya berbagi pengalaman dengan siswa SLTA se-kota Sawahlunto. Kini giliran tokoh pendidikan nasional Prof.Anis Baswedan dan Drs.Medrial Alamsyah yang berbagi pengalaman tak hanya dengan siswa SLTA tetapi juga dengan majelis guru se-kota Sawahlunto.
Dari paparannya, kedua tokoh ini sepakat bahwa pendidikan tujuannya untuk mencetak orang-orang yang punya karakter (akhlak), bukan mencetak pekerja. Karena itu Medrial Alamsyah yang kini aktif sebagai Konsultan Manajemen Mutu Birokrasi mengungkap realita bahwa, yang terjadi saat ini di Indonesia, banyak orang mencari gelar kesarjanaan hanya untuk ’status’, tetapi belum diikuti dengan ’karakter’ ataupun pemikiran kesarjanaan, berbeda dengan sarjana di negara maju.
Medrial juga mengajak para guru mengintrospeksi sudut pandang terhadap anak didik. ”Kita sering terlalu konsentrasi pada kelemahan anak pada pelajaran-pelajaran UAS (Ujian Akhir Sekolah). Sedangkan kelebihan anak di bidang kreatifitas lain kurang dihargai”.
”Sebenarnya anak-anak yang akan maju di masa depannya nanti tidak harus memiliki nilai UAS yang tinggi, tetapi anak-anak yang mampu mengembangkan kreatifitas yang ada dalam dirinya”, lanjut pria kelahiran Talawi tahun 1963 ini.
Sementara Prof.Dr.Anis Baswedan dalam kesempatan yang sama juga mengajak para guru untuk merobah paradigma pendidikan. ”Kita tidak boleh lagi terlalu mengandalkan potensi sumber daya alam, karena potensi untuk memajukan negara ini terletak pada sumber daya manusianya” cetusnya dalam dialog yang berlangsung di Gedung BDTBT Sawahlunto (9/12).
Rektor Universitas Paramadina ini kemudian melogikakan, negara-negara Islam adalah pemilik potensi sumber daya minyak terbesar di dunia sedangkan Jepang tidak memiliki sumber daya alam sama sekali, tetapi bila dibandingkan jumlah kekayaannya. Negara Jepang jauh lebih kaya dan sejahtera dibanding negara-negara Islam.
Kuncinya menurut Baswedan karena bangsa Jepang memiliki tingkat kesadaran dan kreatifitas yang jauh lebih tinggi dibanding manusia-manusia di negara muslim.(JK.net)
|